Senin, 21 Juni 2010

Membangun Jejaring, Memperluas Pasar

Pernah dengar superglad? Kalau kamu penonton setia televisi, alhasil nama band itu nyaris enggak dikenal. Tetapi, buat kalangan pencinta pensi atau kegiatan musik di kampus, Superglad yg diawaki Giok, Akbar, Lukman, dan Dadi ini, tak asing lagi.

Sejak sekitar tahun 2004 mereka sudah malang melintang di berbagai pensi dan kampus. Bahkan, kata Lukman Laksamana, Superglad sempat mengeluarkan dua album, Superglad (2003) dan Ketika Hati Bicara (2005).

Memang sih lagu-lagu mereka enggak sampai meledak abis meski sebenarnya hasil penjualan album Superglad lumayanlah. ”Album pertama terjual sekitar 12.000 keping dan yg kedua sampai 23.000 keping. Biar begitu, tetap saja enggak balik pokok he..he..he..," cerita Lukman.

Keadaan rada berubah ketika Lukman ketemu sama penyanyi Anang Hermansyah dan Abdee Negara "Slank". Mereka cerita tentang Import (nama portal musiknya). Setelah ngobrol-ngobrol, kayaknya boleh juga dicoba. Gue lalu masukin lagu-lagu album pertama dan kedua Superglad ke portal itu. Apalagi, waktu itu kan CD dan kaset Superglad udah enggak ada lagi di pasaran, "katanya.

Jadilah, dalam waktu tiga bulan, lagu peri kecil diunduh sekitar 40.000 pengunjung portal itu. Mereka yg tahu Superglad pun meluas sebab pengunjung portal itu dari berbagai kalangan.

“Sebagian dari order manggung superglad juga asal muasalnya bias dari portal. Pengunjung portalkan luas banget, mulai dari fans, musisi, sampai klien berduit he..he..he..,” kata Lukman yg berusaha membangun jejaring lewat portal ini.

Sebelum masuk portal, Superglad yg mengusung antara lain lagu Ketika Setan Berteman, Jangan Engkau Pergi, dan Slam Dance ini, order manggungnya di 7-8 tempat. Tetapi setelah masuk portal (kebenaran kali ya... he..he..) bisa 17-26 titik dalam sekali tur.


Dari Daerah.

Kalau kita nge-klik portal Import, salah satu nama yg bertengger di chartnya adalah Tengku Ryo Riezqan dgn lagu sang Penyair dan Ayah. Wuaduh, siapa lagi ini? Ehm, buat komunitas Melayu, nama Ryo udah lumayan beken.

”Ryo itu lagu-lagunya udah sampai ke Brunei, Singapura, dan Malaysia, ”kata Irham, manajer Ryo, musisi asal Medan, Sumatera Selatan, itu.

Kenapa Irham memasukkan lagu-lagu Ryo, seperti Sri Langka, ke Portal? ”Biar enggak dibajak, biar bisa ngeluarin single-single dulu sambil ngeliat respon pasar, biar pencinta lagu Melayu bisa langsung ngedengerin tanpa hartus bersusah payah ke toko, dan harganya juga murah,” jawabnya.

Kata Yogi Hartarto, salah seorang pengelola import, lagu-lagu Ryo memberi warna lain dalam dunia musik kita. ”Di sini unsur kemelayuannya kental banget dan ternyata mereka yg mengunduh lagu-lagu Ryo juga lumayan banyak,” katanya tanpa menyebutkan jumlah pastinya.

Nyaris sama dgn Superglad, lewat portal musik, pangsa konsumen lagu-lagu Ryo pun meluas. Meski kata Irham, belum bisa dikatakan menambah order manggung.

"Dari sisi materi belum menjanjikan, tetapi kita merasa aman karena kecil banget kemungkinan dibjaknya," tambah Irham.

Adapun Ibeth, salah seorang finalis Indonesian Idol 2008 asal Bandung ini, memakai jasa portal sebagai "batu loncatan" sebelum dia benar-benar siap membuat album rekaman.

"Karena laguku ada di portal, kalau teman-teman tanya, aku bisa bilang, download aja, lewat portal . Jadi ada bukti kalau aku memang nyanyi he..he..he..," kata pelantun lagu Saat Jatuh Cinta, yg tengah sibuk syuting Sinetron You and Me ini.

Sejak masuk portal tahun lalu, Ibeth menggunakan media ini utk mempromosikan diri. Kata dia, adanya portal membuat orang bisa mengunduh hanya lagu-lagu pilihannya.

"Pastinya, ini jauh lebih mudah daripada dia mesti beli kaset atau CD album dari artis yg berbeda-beda," tambah perempuan lulusan program D-3 jurusan administrasi bisnis di LPKIA Bandung ini.

Jadi, dgn satu lagu saja, kamu pun bisa memasukkannya di portal musik. Siapa tahu lagu kamu banyak diunduh orang. Maka, enggak cuma duit yg masuk kantong, tetapi popularitas pun bisa dirintis.[-O-]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar