Selasa, 07 Juli 2009

Jemaat Jambrut Sudah Tidak Telanjang Lagi...( 3 )

Lagi-lagi Cinta itu harus bersumber dari Jisi


Kiprah Ucok di dunia politik terbilang sukses, dimana secepat mata berkedip dia telah mampu mendapatkan posisi Ketua Ranting PDI-P kelurahan Teladan Barat. Akan tetapi secepat sprinter Carl Lewis berlari maka secepat itu pula Ucok harus lari dari panggung politik karena orang tuanya melarang Ucok terjun di dunia politik dengan alasan, bahwa orang Advent tidak boleh berpolitik.
Pria tampan berwajah oriental ini sangat hormat kepada Bapak and Mamaknya. Karena ada tertulis : "Hormatilah Bapak dan Mamakmu supaya panjang umurmu dan awet muda wajahmu. Terbukti, bahwa sampai sekarang Ucok masih menjadi orang muda sementara teman2 sebayanya sudah banyak yg menjadi orang tua. Praise The Lord….
Demi Mamaknya tercinta, akhirnya pria berkulit putih dan atletis ini resmi mengundurkan diri dari panggung politik dan berniat meninggalkan kota Medan, juga meninggalkan rekan2 PA yg masih aktif di politik seperti Jackson-PDI Soerdjadi- dari Jemaat Amplas, Rudi-PNI Marhaens-dari Jemaat Padang Bulan, Deni-Partai Keadilan-dari Jemaat Gatsu dan lain-lain.
Setelah tamat kuliah, Ucok hijrah ke Jakarta untuk mencari nafkah lahir-bathin dan bergereja di GMAHK sidang Jambrut. Jemaat Jambrut bukanlah lingkungan yg asing bagi Ucok dimana Jambrut adalah kawan lama dalam dunia bisnis Service and Salvation sewaktu Ucok bergereja di Medan dan menjadi Ketua PA Teladan selama dua tahun berturut-turut.
Jemaat yg berstatus Konfrens sejak tahun 1949 ini mempunyai jemaat yg sangat ramah (rajin menjamah) akan Firman Tuhan dan aktif di segala bidang baik itu bidang hukum, Militer dan Politik dimana bidang2 itu jelas-jelas ditabukan oleh GMAHK.org.co.id, bahkan bernyanyi lagu pujian diiringi Gitar dan Drum juga diperbolehkan di Jambrut. Anak Gadis dan Ibu-ibu boleh memakai Tank-Top, rambut diwarnai mejikuhibiniu, hidung disuntik agar mancung, belahan buah dada serta paha wanita yg putih mulus secara obral bisa dipandangi. Dan kesemuanya itu menjadi motivasi yg kuat bagi Ucok untuk selalu giat datang ke gereja.
Ibarat kata peribahasa : "Mata mengantuk disorongkan bantal" (seseorang yg memperoleh sesuatu yg memang diidam-idamkam). Sambil tersenyum dikulum Ucok berkata dalam hati :
"Sabaslah aku karena Jemaat Jambrut sudah Tidak Telanjang lagi".
Karena rajin, aktif serta agresif maka Ucok, Jackly dkk, diutus oleh Jambrut untuk menghadiri acara Youth Congress se UIKB di Universitas Advent Indonesia (UNAI). Di universitas yg kebanyakan alumninya pandai berbahasa Inggris tapi gagap politik itu hadir sebagai pembicara inti seorang bernama Tehano alias Mr Ambasador, alumnus kependetaan Advent warga Philipina dan menjabat sebagai Duta Besar Philipina untuk Negara Papua New Guine. Praktisi Politik yg tidak bisa berbahasa Indonesia itu didampingi oleh Pdt. HI Missah sebagai penerjemahnya. Peristiwa Youth Congress ini memberi isyarat kepada Ucok bahwa tidak lama lagi keran politik akan dibukakan untuk orang Advent dan setiap orang Advent boleh meminum air politik dari keran tersebut. Agar impian itu terwujud maka Ucok puasa dan berdoa kepada Tuhan meminta agar orang
Advent mau menerima dan tidak alergi terhadap yg namanya fakultas Hukum, Tentara dan Politik. Tiga bulan setelah acara Youth Congress, Ucok dikagetkan suatu berita dari Warta Advent yg menyatakan bahwa Jisi membuka suatu Departement yang mana posisi tersebut diisi oleh orang2 dari disiplin nonkependetaan. Dan ada tiga orang Hukum yg masuk dalam Departemen Legal Counsel. "Syukurlah, akhirnya orang Advent resmi bisa menjadi Pengacara, itu semua karena Jisi" katanya dalam hati.
Perjuangan Ucok untuk mengkampanyekan agar orang advent mau menerima politik terus dilakukan, baik di alam nyata maupun maya (Romantir) terutama di milis padki dimana ucok cukup sulit mempengaruhi dan merubah stigma anggota2nya tentang politik. Sering sekali postingan Ucok di cekal di milis padki karena berbau politik. Padahal warga padki tidak menyadari bahwa perdebatan yg mereka lakukan dimilis 60 % adalah masalah politik.
Akhirnya sekitar pertengahan Agustus 2005, masuklah postingan dari seorang Jisi bernama Johnathan Kuntaraf, dimana pastor ini mengatakan bahwa tidak ada salahnya kalau orang Advent terjun dipanggung politik walaupun organisasi GMAHK tidak mau ikut di panggung politik. Pastor JK juga bercerita tentang suatu Negara kepulauan yg mana jabatan di Pemerintahannya di isi oleh mayoritas Advent, dan Negara tersebut selalu aman, tentram dan damai karena tidak ada koruptor. Kemudian Pastor JK juga bercerita tentang seorang Dubes beragama Advent yg oleh karena ketaatannya mengganti jadwal upacara kemerdekaan menjadi hari minggu padahal seyogyanya upacara itu serempak dilakukan pada hari Sabtu. Intinya, Pastor JK melalui milis padki mengisyaratkan bahwa orang Advent yg mau berpolitik tidak boleh dikucilkan.
Sebenarnya, apa yg dikatakan Pastor JK sama dengan apa yg pernah dikatakan Ucok, tapi orang justru lebih yakin kalau yg berbicara itu adalah Pastor JK. "Haiyaaa…,Lagi-lagi Jisi, lagi-lagi Jisi", kata ucok sambil menirukan logat Mandarin.
Bagaimanapun itu, akhirnya Ucok bisa tersenyum kembali karena politik bukanlah hal yg tabu melainkan suatu kebutuhan dalam kehidupan bahkan dalam penginjilan. Bahkan Tuhan Yesus juga menganjurkan agar ucok memakai politik dalam menginjil ke orang lain. 'Hendaklah kamu tulus seperti merpati dan cerdik seperti ular” kata Yesus kepada Ucok.

(bersambung)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar