Selasa, 07 Juli 2009

Jemaat Jambrut Sudah Tidak Telanjang Lagi...( 1 )

(ini SEJARAH GEREJA)

Cinta itu Berawal dari Jisi
*********************************

SATU MASA YANG TERTENTU, adalah seorang putra kelahiran Medan dari keluarga Advent bernama Ucok. Beliau masih anak-anak . Usianya satu tahun di bawah Titi DJ, dimana Ucok kelas 4 SD di Medan sedangkan Titi DJ kelas 5 SD di Jakarta. Sementara Rio Febrian anak bungsunya Ibu Nancy Kosakoy baru berumur 1 tahun sedangkan Sophia Latjuba belum tahu kabarnya.
Malam hari ini, di Gereja Veteran ada Seminar Kesehatan dengan Pembicaranya dari GC (Jisi). Para hadirin dari seluruh Jemaat Sumatera Utara sudah berada di dalam Gereja Advent tertua itu dan sedang menunggu si Pembicara, untuk mendengarkan Seminar Kesehatan tersebut. Akhirnya pembicara wanita bule dari Jisi itupun datang dan topiknya adalah New Start.
Walaupun Ucok tidak mengerti apa Newstart itu, tapi Ucok sempat mendengar percakapan dari ibu-ibu saat pulang bersama di dalam mobil yang sama pula. "Wahhh…cantik kali ya mukanya ibu pembicara dari Jisi tadi,"kata seorang ibu memulai pembicaraan. "Cantiklah pulak, orang muka dia pake make up pulak.Awakpun bisa cantik macam gitu kalo pake make up,"kata ibu yang satunya lagi memotong pembicaraan.
"Wooiii….kalian tengok ndak ibu penterzemah dari Zakarta tadi, mukanya juga pake make up lah, terus rambutnya diwarnai pirang pulak lagi tuh. Knapa ya kita Advent di Medan ini tak dibolehkan pake make up macam si bule Jisi tadi itu,"kata ibu yang lainnya
lagi.

Aku baru tahu sekarang kalau sebenarnya kita tidak apa-apa pake make up, buktinya orang jisi tadi pake make up kok," kata ibu yg satunya lagi dengan sangat bernafsu.
Karena sudah mengantuk, Ucok tertidur di pangkuan mamaknya yang tidak bermake up itu sehingga tidak terdengar lagi percakapan ibu-ibu bawel itu sampai habis.
Sebulan setelah Seminar itu, terjadilah perubahan yang baru di Gereja si Ucok, dimana hampir semua wanita Advent di Gerejanya terlihat cantik seperti bintang film telenovela karena mereka mengenakan instruments kewanitaannya seperti Lipstik, eye shadow, facial powder, pewarna kuku (kutek), celak arab (eye liner), blush on dll, walaupun ada beberapa yang masih kelihatan belum proporsional.
Oleh karena tren dari Jisi tersebut, Ucok yang biasanya tepat waktu ke Gereja, kini harus mau bersabar cukup lama menunggu sister dan Mothernya selesai bersolek baru kemudian berangkat ke gereja bersama-sama.
Hmmm...dulunya Wanita Advent tidak diakrabkan dengan lipstick karena itu adalah konsumsi wanita2 non Advent. Dulunya wanita Advent tidak memakai lipstick apabila ke gereja tapi setelah seminar Newstart dari Jisi itu, wanita Advent yang bermake up sudah menjadi pemandangan yang wajar (tidak kurang ajar) di Medan, Sumatera Utara.
Setelah berfikir cukup lama, barulah Ucok mengerti apa maksud dan tujuan dari Newstart itu.

(bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar